Fotografi : Memotret saat mendung

Sekali waktu, saya pergi ramai-ramai dengan teman-teman. Seperti biasa, ikut saja, pokoknya saya percaya bahwa panitia tak akan membuat saya kecewa karena saya sudah beberapa kali pergi bersama mereka dan selalu menyenangkan. Ini landy trip, konvoi landrover jaman kuno yang selayaknya sudah masuk museum tapi ketika digunakan masih sangat keren.  Waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam. Sebentar sih, kalau lebih lama lagi pasti saya masuk … Continue reading Fotografi : Memotret saat mendung

Jatigede, Selamat Sore

Saya senang jalan-jalan, kemana saja kaki membawa saya melangkah, atau kemana saja teman mengajak, atau kemana saja sakahayang  saya (terjemahan bebas dari sakahayang saya adalah gimana gue). Perjalanan-perjalanan tersebut bagi saya bukan hanya sekadar menjejakkan kaki: datang, lihat, motret, pulang. Lebih dari itu, banyak tempat yang saya kunjungi kerap menyisakan cerita yang selama ini selalu saya simpan sendiri, tak pernah menyengaja saya tuliskan di blog, karena saya pikir … Continue reading Jatigede, Selamat Sore

Rindu Menulis

Kemarin saya mengobrol dengan seorang teman sesama fotografer. Dia bertanya pada saya : “Masih ngeblog ‘kan bu?”. Untung saya hanya kontak via aplikasi chatting. Kalau duduk berhadapan, dia pasti melihat bahwa wajah saya merah padam, antara malu dan marah. Iyalah, kepada diri sendiri. Inilah ranah internet yang paling jarang saya urus, padahal cuma secuil. Kalau diterjemahkan dalam kehidupan nyata, ini hanya sepetak tanah yang di … Continue reading Rindu Menulis

Saya suka kupi Stardes

Saya tinggal di desa, di kawasan Bandung coret. Udara yang saya hirup bukan udara Bandung. Tidak percaya? Kalau Anda menuju rumah saya dari arah jalan Gegerkalong, anda akan melewati jalan menurun setelah Polban. Setiap kali saya melintasi tempat itu, saya merasakan perubahan udara, lebih dingin dan segar. Nah, rumah saya masih sekitar 2 kilometer dari situ, jadi udara itulah yang saya hirup setiap hari. Terus, … Continue reading Saya suka kupi Stardes

Libur panjang

Saya pekerja paruh waktu, hanya 3 hari seminggu: Selasa-Rabu-Kamis. Sejak Jumat lalu sudah libur lebaran, dan semestinya masuk kembali pada hari Kamis tanggal 21. Lha, ngapain masuk sehari, lalu libur lagi? Ya sudah, saya mengajukan cuti saja deh untuk hari itu. Alih-alih bekerja, saya memperpanjang libur lebaran, dan baru mulai bekerja lagi pada hari Selasa 26 Juni. Senang? Banget. Libur hampir tiga minggu. Emang mau … Continue reading Libur panjang

See you…

Sudah cukup lama saya bekerja di tempat yang sama dengannya. Dia tidak banyak bicara, selalu asik dan sibuk dengan pekerjaannya, terkadang dia ikut terlibat dalam percakapan seru saat makan siang, tapi lebih sering mendengarkan ketimbang bicara. Belakangan, saya agak banyak bertanya padanya, tentang manajemen, tentang berbagai posisi dalam pekerjaan, tentang tanggung jawab setiap orang di posisi masing-masing, dan dia menguraikannya dengan sangat detil, sangat jelas. … Continue reading See you…

Ngomongin Orang

Saya senang mengamati beragam manusia. Memperhatikan sikap dan perilaku adalah pelajaran hidup yang berharga yang tidak saya dapatkan di bangku sekolah. Ada orang yang baik dan tulus. Ada yang penuh perhatian. Ada orang yang pendiam dan hanya bahasa tubuhnya yang bicara, ada yang meriah hiruk pikuk. Semua baik? Belum tentu. Di dunia ini, gak akan ada polisi kalau semua orang baik, dan pasti gak akan … Continue reading Ngomongin Orang